Gelombang Kritik di Hari Pendidikan: Ribuan Mahasiswa Demo di Depan Kantor Kemdiktisaintek – Jakarta – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 tidak hanya dirayakan dengan upacara bendera. Di Jakarta, ribuan mahasiswa dari berbagai elemen justru memilih untuk membanjiri kawasan Senayan. Mereka menuntut pembenahan fundamental sistem pendidikan tinggi yang dinilai masih timpang dan belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat .
Aksi yang digelar pada Senin (4/5/2026) ini berlangsung di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Mulai dari soal biaya kuliah yang selangit hingga kesejahteraan dosen, tuntutan yang dibawa cukup beragam namun memiliki satu benang merah: kekecewaan terhadap janji pemerataan pendidikan yang belum terwujud .
📌 Isu Utama yang Menyulut Aksi
Dari orasi di atas mobil komando hingga poster yang dibentangkan, ada tiga isu utama yang paling mengemuka dalam aksi kali ini.
1. UKT dan Komersialisasi Pendidikan Tinggi
Isu ini menjadi pemicu panas utama. Para mahasiswa memprotes mahalnya biaya kuliah yang membuat pendidikan tinggi berubah menjadi barang mewah (komoditas) yang tidak terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah .
-
Biaya Masuk PTN: Peserta aksi mahjong ways 2 menyoroti besarnya biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri. “Bahkan di berbagai kampus negeri, banyak jurusan yang biaya masuk dari jalur mandirinya, uang pangkalnya ada yang mencapai Rp 50 juta,” ujar Clarisa (21), salah satu peserta aksi .
-
Ketimpangan Subsidi: Mahasiswa juga merasa ada diskriminasi dalam alokasi anggaran. Mereka membandingkan mahasiswa PTN yang dihadapkan pada UKT naik terus, sementara di sisi lain ada sekolah kedinasan yang mahasiswanya bisa kuliah gratis, mendapatkan uang saku, hingga asrama .
2. Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus
Selain biaya, para demonstran juga mendesak pemerintah untuk lebih serius menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Hal ini merujuk pada beberapa kasus yang baru-baru ini mencuat dan dinilai penanganannya masih belum optimal .
3. Dana Pendidikan vs. Program Prioritas Lain
Muncul juga kritik terkait alokasi anggaran negara yang dinilai tidak prioritas pada pendidikan. Sebagian mahasiswa menilai adanya “ketimpangan prioritas,” di mana pemerintah lebih agresif mengalokasikan dana ke program di luar pendidikan (seperti pembangunan infrastruktur atau program bantuan pangan), sementara biaya kuliah justru terus merangkak naik .
Beberapa poster yang dibawa bahkan secara gamblang menyindir kebijakan tersebut, seperti tulisan: “Dana MBG Dimaksimalkan, Dana Pendidikan Diminimalkan” .
🗣️ Tidak Hanya Jakarta, Ini Wujud Aksi Serentak
Meskipun pusat perhatian tertuju di Jakarta, gelombang demonstrasi juga terjadi di daerah. Di Makassar, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se-Sulawesi Selatan juga turun ke jalan di Jalan Andi Pengeran Pettarani-Urip Sumoharjo, Kota Makassar .
Aksi di Makassar menggaungkan isu serupa: komersialisasi pendidikan dan keterbatasan lapangan kerja bagi sarjana. Seorang kordinator aksi bahkan menyoroti bahwa program prioritas nasional lainnya dinilai terlalu besar anggarannya, padahal jika dialihkan, dampaknya akan lebih terasa untuk perbaikan sarana pendidikan dan penelitian .
🤝 Respons Langsung dari Pemerintah
Menanggapi dinamika ini, Kemdiktisaintek memilih pendekatan dialogis. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, turun langsung menemui perwakilan mahasiswa di tengah aksi untuk mendengarkan aspirasi secara langsung .
“Kami buka seluas-luasnya kepada bonus new member 100 saudara untuk bisa hadir kapan saja. Saya berharap saudara tetap menjadi agen perubahan dalam perjalanan pendidikan tinggi,” ujar Wamen Fauzan saat itu .
Pemerintah mengklaim akan menindaklanjuti berbagai masukan melalui mekanisme yang berlaku, terutama terkait tuntutan evaluasi UKT dan pemerataan akses di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) .
💡 “Kartu Sakti” untuk Mahasiswa Kurang Mampu
Di tengah isunya mahalnya biaya kuliah, pemerintah terus mengingatkan bahwa ada skema bantuan yang sudah berjalan, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Beasiswa ini ditujukan untuk memastikan siswa kurang mampu secara ekonomi tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi hingga lulus .
Bantuan KIP Kuliah tidak hanya membebaskan biaya UKT, tetapi juga memberikan Bantuan Biaya Hidup bulanan yang ditransfer langsung ke rekening mahasiswa .
Cara mendaftar KIP Kuliah 2026:
-
Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui laman resmi: kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id .
-
Calon mahasiswa cukup menginput NIK (KTP), NISN, dan NPSN sekolah untuk mendaftar.
-
Setelah dinyatakan lolos verifikasi, bantuan akan diberikan langsung kepada mahasiswa melalui kampus masing-masing.
Aksi demonstrasi Hardiknas ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan merata masih panjang. Namun, dialog antara pemerintah dan mahasiswa diharapkan dapat terus berjalan untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan pendidikan Indonesia .